Menariknya kenikmatan dunia sehingga enggan untuk menikmati ibadah.
Menariknya kenikmatan dunia sampai bisa menutupi fatamorgana yang sebenarnya. Padahal kenikmatan dalam ibadah jauh lebih berharga meski sulit bagi yang awam, hasil dari kenikmatan ibadah adalah ketenangan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Bagaimana tidak dikatakan seseorang banyak memilih dunia. Karena sedikitnya kesadaran mereka terhadap kematian dan hari pembalasan. Adapula yang sibuk dengan kenikmatan ibadahnya namun mereka lupa bahwa hidup tak hanya berdo'a melainkan Allah SWT menyuruh hambaNya untuk berikhtiar.
Banyak kita ambil pelajaran baik disekeliling kita maupun diri kita sendiri yang masih tergiur dengan popularitas, kemewahan, kebebasan dan kebahagiaan yang sebenarnya hanyalah sementara. Semua tidak salah namun jikalau sampai melalaikan kewajiban kita sebagai ciptaan Allah SWT itu salah. Karena tujuan Allah SWT menciptakan kita tidak lain adalah untuk beribadah kepadaNya.
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Az-zariyat : 56
Az-zariyat : 56
Kebanyakan kita sibuk dengan dunia, bahkan sampai lupa kita setiap saat ada kewajiban menghadap Allah SWT, Yaitu ibadah solat. Jangankan sunnah kewajiban sering di nanti-nanti, bahkan ditinggalkan karena merasa lelah mengejar dunia. Ketika hati kita lalai bahkan melupakan Allah dengan menariknya duniawi maka Allah akan tutup mata hatinya dan menjadikannya lupa. Sehingga dia akan diperdaya oleh dunia.
Bukankah setiap insan menginginkan kebahagiaan yang abadi, kebahagiaan bukanlah memiliki segala yang kita inginkan. Melainkan kemampuan dalam ketaatan disertai ikhtiar di dunia. Dunia tempat singgah sementara kita hanyalah orang asing. Bukanlah kita dahulunya tinggal di syurga, tidakkah ingin pulang kembali ke syurga. Maka jadikanlah dunia ajang menyiapkan bekal untuk kembali pulang (akhirat) . Seperti beribadah, bekerja untuk mencari nafkah , bersedekah dll.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
Hud : 15
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.
Hud : 16
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
At-talaq : 3
Mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan di Bulan suci Ramadhan ini dan semoga istiqomah setelahnya. Bulan yang penuh ampunan perbanyak mengharapkan hidayah dan ampunanNya. Mohonkan keselamatan dunia dan akhirat serta diberikan keistiqomahan di jalan yang Allah SWT ridhoi. Niatkan segala kebaikan karena Allah, meski hal kecil sekalipun . Karena seseorang yang bisa itu terbiasa. Jika kita belum mampu paksakan diri kita dalam kebaikan itu perlahan bukan terpaksa melainkan menjadi kebutuhan dan kebahagiaan tersendiri.
Yuks di bulan suci Ramadhan ini kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan perbanyak memohon ampunanNya.Semoga kita termasuk hambaNya yang diridhoi dan meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.
Semoga bermanfaat syukron jazakumullah khairan katsiran.
Nama kecil
Deput
Puputsupriatin82@gmail.com
Ig : Puput.supriatin23

Komentar
Posting Komentar